Mitos Seputar Endometriosis yang Masih Sering Dipercaya Apa Saja

Mitos Seputar Endometriosis yang Masih Sering Dipercaya Apa Saja
Mitos Seputar Endometriosis yang Masih Sering Dipercaya Apa Saja

Baik Chacha Frederica maupun Zaskia Sungkar pernah berbagi kisah bahwa mereka sempat menderita endometriosis. Sebuah penyakit reproduksi yang terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim.

Kondisi endometriosis ini mengakibatkan wanita sulit hamil. Satu studi menemukan sekitar 15% hingga 20% pasangan subur yang mencoba hamil akan berhasil tiap bulannya, tapi kemungkinan hal ini akan menurun 2% hingga 10% jika memiliki endometriosis.

Kondisi ini memengaruhi 176 juta wanita di seluruh dunia. Di balik banyaknya kondisi ini, banyak pula mitos yang berkembang di luar sana.

Dilansir betterhealth.vic.gov.au, berikut mitos yang hingga kini masih dipercayai tentang endometriosis.

1. Sangat mudah mendiagnosis endometriosis

Mendiagnosis endometriosis tidak mudah. Faktanya, sangat umum jika diagnosis membutuhkan waktu beberapa tahun. Endometriosis hanya dapat didiagnosis dengan pasti melalui operasi.

2. Normal jika menstruasi sangat menyakitkan

Tidak, rasa sakit berlebihan saat menstruasi adalah hal yang tidak normal. Jika Anda mengalami nyeri haid parah yang tidak dapat dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit, endometriosis mungkin menjadi penyebabnya

3. Endometriosis selalu memiliki gejala

Beberapa wanita dengan endometriosis tidak memiliki gejala apapun.

4. Endometriosis tidak dapat diobati

Kondisi ini dapat disembuhkan dengan konsumsi obat, terapi hormon, dan operasi atau pembedahan.

5. Wanita dengan kondisi ini tidak dapat memiliki anak

Sekitar 30% wanita dengan endometriosis mengalami kesulitan hamil. Pembedahan untuk mengangkat sel-sel endometrium yang tumbuh di luar rahim dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

obat kista ling shen yao kapsul